Ada apa dengan Film Horror?

FYI, saya jenis orang yang suka nonton film horror. Kalau masuk bioskop dan pilihannya ada film horror yang bagus, pasti saya pilih itu. Jangankan film yang baru-baru dirilis, yang lamapun tetap saya tonton berulang-ulang. Entah mengapa sebenarnya sampai saya sangat tertarik dengan film-film yang bikin jantungan ini, saya kurang paham.

Dulu waktu SMA saat kelas kosong, saya dan teman-teman suka sekali nobar di layar LCD kelas. Kami bawa copy-an film di flash disk masing-masing, dan tinggal sepakat pilih mau nonton apa. Suatu kali, kami lagi gandrung menonton film-film dari Thailand. Kami nonton drama sekolah yang (lumayan) romantis seperti Suck Seed dan A Stupid Little Thing Called Love. Nah, suatu hari saya iseng membawakan film horror Thailand, Phobia. Karena satu kelas setuju menontonnya, kami pun nonon dengan bahagiannya. Sampai film berakhir, rupanya kelas saya cuma tinggal berisi setengah, yang lainnya kabur ke luar kelas karena takut. Semenjak Phobia kelas kami jadi hobby menonton film horror, dan semua gara-gara saya.

Semua pasti ada alasannya, bukan? Tetapi berbeda dengan hobby saya menonton film horror ini, saya kurang paham dengan alasannya. Tetapi kalau diminta menjabarkan alasannya, kemungkinan besar saya akan mengutarakan beberapa.

Pertama, film horror butuh perhatian khusus. Alur ceritanya tidak akan digamblangkan secara jelas kepada penonton, karena tujuan utamanya adalah menakuti mereka. Alurnya pun bisa maju, mundur, dan campuran; tergantung bagaimana agar membuat ceritanya menarik. Sampai sekarang, ada film horror yang belum saya pahami alurnya, yaitu Ju-On: The Grudge.

Kedua, hampir semua film horror mempunyai background story dari hantu yang ditampilkan, dan terkadang itu seperti menarik simpati saya. Ada yang dibunuh, bunuh diri, atau meninggal saat waktu yang tidak tepat. Saya ingat waktu menonton Ghost At School, ada sebuah episode yang membuat saya sedih. Diceritakan saat itu, kalau berlari di lapangan sekolah saat sore atau malam hari, maka akan ada langkah kaki yang mengikuti. Rupanya, itu adalah arwah seorang siswa yang meninggal sebelum mengikuti lomba marathon. Ia meninggal karena kelelahan setelah terlalu sering berlatih, dan karena memang punya penyakit jantung, diapun meninggal. Pada akhirnya dia karakter utamannya sengaja berlari sore hari di lapangan sekolah itu, agar sang hantu bisa berlari bersamannya dan menyelesaikan lomba yang belum diikutinya.

Ketiga, karena film horror tidak akan membuat mengantuk. Banyak unsur yang membuat film horror tidak membosankan; kemunculan sosok hantu yang menyeramkan dan mengagetkan, efek musik yang menegangkan, dan misteri dibalik kejadian yang mengerikan. Saya jenis orang yang hobby tertidur di tengah-tengah menonton film, tapi saya tidak pernah sekalipun tertidur saat menonton film horror. Saya suka sekali film horror yang bisa menampilkan sosok yang mengerikan meskipun hantunya terlihat jelas, seperti hantu di film Kuntilanak. Saya juga suka film yang memperlihatkan hantu dari zaman lawas, seperti hantu di Insidious. Sebagai orang yang menyukai tantangan, film horror adalah pelarian saya.

Keempat, saya suka dengan reaksi saya dan reaksi orang-orang disekitar saya saat menonton film horror. Baru-baru ini, saya menonton Ouija di bioskop. Film ini cukup mengagetkan (walaupun sosok hantunya tidak cukup menakutkan), dan setiap kali musik berubah menjadi lebih cepat, orang-orang mulai bereaksi. Banyak yang menutup mata (tapi anehnya tetap mengintip dari balik jari), ada yang memekik duluan padahal belum keluar hantunya, ada yang modus memeluk pasangannya, ada pula yang memeluk diri sendiri (seperti saya). Kadang-kadang menonton film horror itu bisa jadi lucu, karena diwarnai dengan reaksi-reaksi aneh dari penontonnya sendiri.

Seperti itulah kira-kira alasan yang akan saya utarakan. Tapi kembali lagi, saya rasa alasan diatas tidak cukup menjelaskan ketertarikan saya yang janggal terhadap film horror. Dan saya rasa, tidak ada salahnya menyukai sesuatu tanpa alasan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s