Mendidik Diri Sendiri Menjadi Environmental Hero

RSPO

Pernahkah kita membayangkan bahwa aktivitas kita sehari-hari yang terkesan sederhana akan berdampak buruk untuk lingkungan? Sadarkah  bahwa kita adalah kunci berhenti atau lanjutnya kerusakan lingkungan? Tahukah kita sesungguhnya sangat berdaya untuk menjadi Environmental Hero?

Mengapa begitu? Akhir-akhir ini saya sering memantau berita tentang industri kelapa sawit melalui Twitter, karena WWF (World Wildlife Fund), RSPO, dan beberapa badan lain sedang gencar mempromosikan kampanye #BeliYangBaik untuk produk seperti makanan laut, kertas dan pulp, serta tentunya produk kelapa sawit. Tentunya, saya tertarik untuk turut berkontribusi dengan mencari tahu tentang hal ini.

Melalui berita yang saya ikuti, akhirnya saya paham bahwa dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh industri kelapa sawit cukuplah besar. Pembukaan lahan kelapa sawit yang tidak bertanggungjawab telah banyak mengorbankan area hutan tropis. Akibatnya, fungsi hutan tropis sebagai habitat satwa liar terganggu, juga menimbulkan emisi yang disebabkan oleh penebangan dan pengalihfungsian lahan gambut menjadi kebun kelapa sawit, dan menyebabkan sering terjadinya konflik antara masyarakat lokal dengan pemilik perusahaan akibat ekspansi lahan kelapa sawit. Selain itu, kontroversi lain yang ditimbulkan oleh industri ini adalah perburuan satwa liar seperti gajah dan orang utan. Mengapa begitu? Hal ini disebabkan karena kedua satwa (dan mungkin satwa lainnya) dianggap sebagai hama karena sering memakan umbut dan buah kelapa sawit, yang padahal merupakan nalurinya sebagai binatang. Maka, banyak oknum tertentu yang sengaja memusnahkan hewan-hewan tidak bersalah ini.

Apalagi yang bisa ditimbulkan dari industri kelapa sawit yang tidak bertanggung jawab? Kita pasti akhir-akhir ini sering mendengar betapa kritisnya keadaan udara di area sekitar pulau Kalimantan dan Sumatera akibat asap yang ditimbulkan oleh pembakaran hutan. Hal ini ada kaitannya juga dengan industri kelapa sawit, karena pembukaan lahan kelapa sawit juga turut menimbulkan titik api yang menyebabkan bencana ini. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah membekukan izin beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit setelah menemukan bukti-bukti kuat keterkaitan perusahaan perkebunan tersebut dengan pembakaran hutan yang menimbulkan bencana asap.

Selain itu, produk turunan kelapa sawit sangatlah banyak, mulai dari produk kecantikan, kebersihan badan, makanan dan lain sebagainya. Jadi, otomatis konsumen kelapa sawit tidak hanya berasal dari rumah tangga, namun juga industri-industri tersebut diatas. Sehingga, anda bisa bayangkan seberapa besar pemakaian kelapa sawit yang dihabiskan setiap tahunnya. Jika kita bisa mengendalikan proses produksi kelapa sawit menjadi lebih ramah lingkungan, kita bisa memberi dampak yang besar bagi pelestarian lingkungan hidup. Bagaimanakah caranya?

no planet b

Hal Kecil Berdampak Besar

Tidak perlu muluk-muluk melakukan hal yang terlalu berat untuk menjadi Environmental Hero. Sebagaimana dengan perubahan lain, kita bisa mulai dari diri kita sendiri dengan melakukan hal-hal yang paling sederhana. Selama ini, saya sadar bahwa saya kurang mendidik diri saya tentang hal-hal kecil berdampak besar yang bisa saya lakukan untuk pelestarian lingkungan hidup. Saya memang sudah membiasakan diri membuang sampah di tempatnya atau menolak menggunakan kantong plastik apabila tidak terlalu diperlukan, namun ternyata masih banyak hal lain yang dapat saya lakukan untuk menjaga lingkungan hidup.

Salah satunya bisa dimulai dari daftar belanja kita. Secara sadar maupun tidak, produk yang kita beli akan menunjukkan siapa diri kita, bukan dari jenis barang yang kita beli melainkan dari ramah tidakkah produk-produk tersebut terhadap lingkungan. Ya, memang banyak produk yang terlihat tidak berbahaya, namun proses produksinya telah berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.

Maka, kita sebagai konsumen harus bisa mencari tahu lebih banyak dan mendidik diri kita untuk menjadi konsumen yang bijak. Dengan membiasakan diri membeli produk-produk yang ramah lingkungan, kita bisa turut serta untuk menjaga pelestarian lingkungan hidup. Bagaimana bisa begitu? Kita pasti tahu produk yang sering kita beli, akan membuat perusahaan mendapatkan keuntungan. Dan perusahaan akan selalu berusaha mendapatkan keuntungan melalui tren pasar. Jika kita memilih produk yang ramah lingkungan dan meninggalkan produk yang lama yang tidak ramah lingkungan, walaupun terlihat sepele, asalkan kita konsisten dan ikut serta mempromosikannya, perusahaan -perusahaan akan melihat perubahan yang terjadi di pasar. Industri akan mulai mempertimbangkan prinsip ramah lingkungan sebagai salah satu kebutuhan masyarakat.

Maka, karena Indonesia adalah negara produksi kelapa sawit terbesar di dunia dan karena produk turunan kelapa sawit sangatlah banyak, kita bisa turut serta menjadi Environmental Hero dengan memilih produk kelapa sawit dan turunannya yang baik bagi lingkungan. Lalu, bagaimanakah kriteria produk kelapa sawit yang baik itu?

Kelapa Sawit yang Baik, Kelapa Sawit Ramah Lingkungan

Produk kelapa sawit dan turunannya yang bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) adalah salah satu kriterianya. Apakah itu RSPO? RSPO adalah badan yang berwenang untuk memberi sertifikasi kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit di seluruh dunia. Sistem roundtable ini digunakan agar seluruh pihak yang terkait baik dengan petani kelapa sawit, perusahaan, pengecer, pengelola perkebunan, Lembaga Swadaya Masyarakat,  investor, dan pihak pemangku kepentingan lainnya agar dapat berperan aktif menciptakan produk kelapa sawit berkelanjutan ini.

Setiap anggota RSPO akan diaudit berkala untuk memastikan rantai produksi kelapa sawit dari hulu sampai ke hilir yang bebas dari isu perusakan lingkungan. Sertifikasi ini dilakukan untuk menjamin pelaksanaan praktik produksi bertanggungjawab yang membantu mengurangi deforestasi, turut melestarikan keanekaragaman hayati, dan menghargai hak-hak warga dan petani lokal yang berada disekitar perkebunan kelapa sawit. Selain itu, sertifikasi RSPO juga menjamin penanganan  atau Best Management Practice terhadap satwa liar di perkebunan. Jadi, pegawai yang berada di perkebunan akan tahu bagaimana cara menangani gajah, orang utan, atau satwa liar lain yang didapati di perkebunan mereka, sehingga hewan-hewan ini mendapat perlakuan yang baik.

Selain itu, RSPO juga ikut berpartisipasi mendukung kampanye #BeliYangBaik oleh WWF. RSPO yakin dengan mengikutsertakan konsumen sebagai pendorong aktivitas ekonomi di Indonesia, konsumen dapat mendorong dan mengubah produksi kelapa sawit menjadi lebih bertanggungjawab kepada lingkungan. Sehingga, semakin banyak produsen yang tertarik untuk berkomitmen menyediakan produk kelapa sawit yang memiliki nilai ramah lingkungan dan kontribusi sosial yang baik.

Jadi, siapkah kita menjadi Environmental Hero dengan melakukan hal-hal kecil berdampak besar ini? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, mari kita didik diri kita untuk menjadi konsumen yang bijak dengan membiasakan diri untuk #BeliYangBaik. Karena lingkungan hidup kita adalah tanggung jawab  kita sendiri, dan ingatlah bahwa bumi kita hanya satu. Siapapun anda, darimanapun anda, bagaimanapun anda, saat ini juga anda bisa menjadi Environmental Hero sekarang juga!

Referensi:

http://www.wwf.or.id/?40922/Suka-Makan-Gorengan-vs-Pelestarian-Gajah

http://news.metrotvnews.com/read/2015/09/23/434184/tiga-izin-perusahaan-sawit-dibekukan-salah-satunya-milik-sandiaga-uno

http://www.wwf.or.id/?39742/RSPO-Mendukung-Kampanye-BeliYangBaik

Kelapa Sawit Bermasalah: Tekanan Kini Diarahkan Pada Pabrikan Raksasa Makanan Ringan di AS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s