Si Pemikat

“Bagi saya tidak penting bagaimana perasaan orang lain, saya harus tetap menjadi yang paling dipuja,”

“Anda tidak perlu memuja saya, titik. Tapi saya akan membenci anda apabila anda melakukan yang sebaliknya, saya tidak suka seseorang merebut tempat saya di bawah lampu sorot,”

“Memang saya terlihat sangat manis di luar, dibaluri segala macam gula dan manisan. Jika dalam jarak tertentu, anda tentu akan menyukai saya,”

“Tapi tidak jika anda sudah lebih pandai membaui, anda akan menemukan bau busuk. Oh tidak, bau itu hanya ada dalam pikiran anda, mungkin?”

“Pemuja saya tidak pernah menemukan bau itu!”

“Baiklah. Mungkin anda cukup pandai. Sampai disini saja saya bersikap manis pada anda.”

“Oh tidak, anda tidak melakukan kesalahan apapun. Namun saya sudah katakan di depan, bukan? Saya tidak menyukai orang yang tidak menyukai saya. Atau, orang yang menemukan kesalahan saya, itu sama saja seperti menganggap saya tidak sempurna.”

“Keuntungan menjadi pemuja saya? Tentu saja saya akan menjadi kawan yang terbaik bagi mereka, saya akan membuat mereka susah berpaling dari saya. Saya akan menguntungkan mereka dengan segala kelebihan saya, ya walaupun tidak banyak. Kan saya sudah bilang tadi, saya tidak mau lampu sorot itu beralih kepada orang lain. Saya harus tetap menjadi yang paling untuk mereka.”

“Jika saya tidak suka, saya akan bilang tidak suka! Saya tidak akan menyukai orang-orang yang tidak berguna bagi saya, bagi saya hanya sampah!”

“Cukuplah bagi saya memiliki pemuja yang setia dengan segala macam kelebihan mereka yang menguntungkan saya. Anda tahu kan, jadilah teman bagi orang-orang yang di atas, kalau anda berteman dengan yang berada di bawah, lantas buat apa anda berteman? Tidak ada untungnya!”

“Sayalah peran utama, sayalah teladan, sayalah yang menjadi panutan. Anda boleh menjadi yang kedua, ketiga, dan kesekian, tapi anda tidak boleh merebut panggung utama saya!”

“Anda hati-hati saja, ya. Saya akan menjatuhkan anda apabila anda berani menaiki tangga yang lebih tinggi dari saya. KAN SAYA SUDAH BILANG SAYA TIDAK MAU KEHILANGAN PERHATIAN UTAMA!”

 

 

Advertisements

One thought on “Si Pemikat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s